Iklan

Iklan

Isu Pernyataan SARA Mencuat, Dansatrol Bitung Bantah dan Siapkan Somasi Media yang Beritakan

Redaksi
14 Mar 2026, 14:09 WIB Last Updated 2026-03-14T06:09:03Z
Komandan Satuan Kapal Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, Kolonel Marvill Marfell Frits bersama perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Satya Bhakti Kota Bitung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026). (Foto infosatu.co.id)

BITUNG, Infosatu.co.id – Isu dugaan pernyataan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang dikaitkan dengan Komandan Satrol Kodaeral VIII Bitung, Marfill Marfell Frits, akhirnya mendapat klarifikasi langsung.

Marvill membantah keras tudingan yang menyebut dirinya pernah mengucapkan kalimat “Jawa-Jawa perusak” sebagaimana diberitakan salah satu media online.

Menurutnya, pernyataan tersebut tidak pernah diucapkan dan pemberitaan yang beredar telah mencemarkan nama baiknya.

“Saya tegaskan informasi tersebut tidak benar dan sangat merugikan saya,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan pengurus Kerukunan Keluarga Jawa Satya Bhakti Kota Bitung yang datang untuk meminta klarifikasi langsung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Umum KKJ Satya Bhakti Aras Sinaba bersama jajaran pengurus organisasi.

Marfill juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum terhadap media yang memuat pemberitaan tersebut.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti SARA, dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya sudah menyiapkan langkah hukum, termasuk somasi terhadap media tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa upaya hukum yang ditempuh tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pribadi, tetapi juga demi menjaga nama baik institusi yang dipimpinnya.

Sementara itu, Ketua KKJ Satya Bhakti Bitung, Aras Sinaba, mengatakan pihaknya memilih melakukan konfirmasi langsung sebelum mengambil sikap.

“Kami tidak ingin informasi yang belum jelas kebenarannya berkembang liar di masyarakat,” kata Aras.

Menurutnya, sebagai kota dengan masyarakat yang majemuk, Bitung harus tetap dijaga dari potensi konflik yang dipicu oleh isu sensitif.

“Bitung adalah kota multi etnis. Karena itu kita semua memiliki tanggung jawab menjaga keharmonisan antar masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Isu Pernyataan SARA Mencuat, Dansatrol Bitung Bantah dan Siapkan Somasi Media yang Beritakan

Terkini Lainnya

Iklan