×

Iklan

Iklan

Ini Hasil Autopsi Jenazah Wabup Sangihe dari Tim Forensik

Jun 14, 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-06-14T13:37:15Z

Almarhum Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong. ©2021 Infosatu.co.id


SULUT, Infosatu.co.id - Tim Forensik Polda Sulawesi Utara (Sulut) selesai melakukan autopsi terhadap jenazah Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong. Almarhum Helmud diduga meninggal dunia akibat kompilkasi penyakit yang sudah lama diderita.


"Sudah dilakukan autopsi dan penyebab kematian (Wakil Bupati Sangihe) diduga karena komplikasi penyakit menahun yang diderita. Pada saat pemeriksaan tidak ditemukan adanya racun," ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast, Senin (14/06/2021).


Autopsi jenazah Wakil Bupati Sangihe dilakukan di ruang pemulasaran jenazah Rumah Sakit Liung Kendage Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulut pada pukul 05.30 Wita pagi tadi.


Abraham menegaskan, tim forensik tidak menemukan dugaan Wakil Bupati Sangihe meninggal akibat diracun.


"Kurang lebih dua jam dilakukan autopsi, Tim Forensik Polda Sulut menyatakan hasil sementara dari penyebab meninggalnya pejabat ini bukan disebabkan oleh racun," jelasnya.


Meski demikian, Polda Sulut masih menunggu hasil autopsi yang dikeluarkan secara resmi oleh Tim Forensik Polda Sulut.


"Hasilnya sementara ini diduga karena komplikasi penyakit menahun. Komplikasi penyakit yang sudah lama (ada riwayat penyakit)," ujarnya.


Dijelaskan Kombes Jules, Tim Forensik tetap mengambil beberapa sampel organ tubuh dari almarhum untuk diperiksa di lab forensik dan masih menunggu hasil dari labfor terhadap organ tubuh yang diperiksa kurang lebih 2 minggu.


"Untuk hasil lengkap kurang lebih sekitar dua mingguan," tuturnya.


Sebelumnya, Kematian Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong dinilai janggal. Polisi yang turun tangan menyelidiki sebab kematian Helmud dinanti untuk mengungkap sebab sebenarnya korban meninggal dunia.


Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mencium kejanggalan dari kepergian Helmud yang tak wajar. Terlebih lagi, Helmut terkenal dengan sikap penolakannya terhadap tambang di Sangihe.


"Ini mengagetkan. Kedua, misterius dan agak janggal kematiannya. Kenapa seperti itu? Karena dia ini kan menjadi sorotan, high profile karena dia ini kepala daerah yang menolak tambang juga. Bahkan dia juga mengirim surat ke ESDM. Suratnya juga sudah beredar," kata Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah Ismail saat dihubungi, Jumat (11/06/2021).


"Ini janggal karena dia sehat-sehat aja, tapi tiba-tiba mendadak kolaps," tutupnya.


Reporter: Benny

Editor: Redaksi

×
Berita Terbaru Update