×

Iklan

Iklan

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas Terapung Di Laut

Feb 25, 2021 | 15:58 WIB Last Updated 2021-03-16T15:10:30Z


BITUNG INFOSATU
- Seorang lelaki ditemukan tewas di pesisir Pantai Labuang, tepatnya di sekitar PT. Dok SSP Batulubang, Lembeh Selatan, Bitung, Kamis (25/02/2021), sekitar pukul 14.30 WITA. Korban di ketahui bernama Charlie Lukas (46) pendatang asal Tariang Baru, Tabukan Tengah, Sangihe yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan,


Lurah Batulubang Amanda Dalope awalnya mendapat informasi dari salah satu warganya, bahwa ada sebuah perahu jenis pakura yang mesinnya masih dalam keadaan hidup dan tanpa awak, terombang-ambing di Selat Lembeh. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Lembeh Selatan, yang direspons dengan melakukan penyelidikan.

Hingga sekitar pukul 14.30 WITA, korban ditemukan pertama kali oleh seorang nelayan bernama Nilo Pahaganas (51), warga Pinokalan, Matuari, Bitung. Korban saat ditemukan dalam posisi tertelungkup dan terapung di atas permukaan air laut. Saksi lalu melaporkan kejadian ini kepada pihak pemerintah setempat dan Polsek Lembeh Selatan.

Tak lama kemudian, Kapolsek Lembeh Selatan AKP Arie Najoan, Danramil 1310-02/Lembeh Pelda Edison Kasenda dan Lurah Batulubang bersama personel mendatangi TKP menggunakan perahu. Jenazah korban kemudian di evakuasi ke atas perahu.

Saksi pun mengenali korban, yang diketahuinya bekerja sebagai nelayan dan tinggal di atas kapal ikan milik kerabat korban yaitu Stenly Sajow. Setelah dikoordinasikan dengan pemilik kapal ikan tersebut, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Manembo-nembo Bitung untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Sementara itu pemilik kapal ikan menerangkan, memang benar korban bekerja dan tinggal di kapalnya sejak Januari 2020 lalu. Tambahnya, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi sejak sekitar 5 tahun silam. Diduga kuat korban meninggal dunia karena sakit tersebut.

Kapolsek Lembeh Selatan AKP Arie Najoan mengatakan, pemilik kapal ikan tersebut yang juga selaku pihak keluarga korban, menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini. “Korban lalu disemayamkan di rumah keluarga pemilik kapal ikan, dan rencana pemakamannya pada hari Jum’at (26/02) siang,” pungkas Kapolsek.
(Yan Kamuh)

×
Berita Terbaru Update
close