×

Iklan

Iklan

Astaga!, 5 Pelajar Pesta Seks Di Balai Desa di Siang Bolong

27 February 2021 | 16:21 WIB Last Updated 2021-02-27T08:47:30Z

Ilustrasi pesta seks pelajar. ©2021 infosatu.co.id 

JATENG, Infosatu.co.id - Aksi tak pantas itu terjadi pada 12 Desember 2020 lalu sekira pukul 14.00 WIB, di sebuah balai desa di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sukodono, Sragen, untuk dijadikan tempat pesta seks lima anak yang masih di bawah umur.


Lebih mengejutkan lagi, pesta seks tersebut bahkan diketahui dilakukan di kamar mandi balai desa.


Pengacara korban dari LBH Mawar Saron Solo, Andar Beniala Lumbanraja mengatakan, korban W (9), awalnya diajak oleh temannya berinisial P (14) seorang siswi kelas IX untuk bermain di balai desa. P kemudian memberikan iming-iming jajan agar W mau diajak ke balai desa.


Sesampainya di balai desa, sudah ada tiga laki-laki yang diduga masih duduk di bangku SMP yang merupakan teman dari P. Korban lantas diajak ke dalam kamar mandi, dan di dalam sana, anak-anak di bawah umur itu melakukan pesta seks.


"Korban pun langsung diajak masuk ke dalam kamar mandi. Di sana mereka melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan," tutur dia, Jumat (26/02/2021), dikutip dari TribunSolo.


Di dalam toilet tersebut, P melakukan hubungan seks dengan dua orang teman prianya.


Sementara W dipaksa berhubungan badan dengan seorang pria yang merupakan teman dari P.


"Sedangkan W dipaksa untuk melakukan hubungan seks juga dengan salah satu pria teman si P," ucapnya.


Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum bisa mengungkap inisial pada pelaku pesta seks di toilet kantor desa itu.


”Anak ini baru pertama kali bertemu anak-anak tersebut sehingga tidak tahu namanya. Sementara P saat ini belum menyampaikan,” katanya.


Akibat kejadian tersebut, kondisi kejiwaan W saat ini sangat terguncang. Ia ketakutan untuk bertemu siapapun termasuk laki-laki. W bahkan kerap marah-marah jika bertemu dengan rombongan laki-laki.


Selain itu, korban juga tidak mau berbicara terlalu banyak tentang apapun, terlebih lawan bicaranya seorang laki-laki.


"Dia cuma mau terbuka kalau teman ngobrolnya perempuan," jelas dia.


Sebelum pencabulan dan pesta seks di toilet kantor kepala desa ini, W diketahui diperkosa oleh seorang oknum guru silat.


Ironisnya, pria berinisial S ini adalah tetangga korban. Hingga kini, para pelaku pencabulan terhadap W belum ditindak oleh kepolisian.


×
Berita Terbaru Update
close