-->

Iklan

Iklan

Ulyas Taha: Berat Rasanya Melaksanakan Ibadah Sholat 'Idul Fitri di Rumah

Redaksi
21 May 2020, 23:55 WIB Last Updated 2020-05-24T15:55:46Z
Ulyas Taha: Berat Rasanya Melaksanakan Ibadah Sholat 'Idul Fitri di Rumah
Ketua NU provinsi Sulut, Ulyas Taha. (Foto: Mubdi Afif hidayat / Infosatu.co.id) 

SULUT, Infosatu.co.id - Kapala bidang (Kabid) Binmas Islam kanwil Kementerian Agama sekaligus Ketua NU provinsi Sulut, Ulyas Taha menghimbau untuk umat islam di provinsi Sulawesi Utara (Sulut), untuk tetap melaksanakan Ibadah sholat 'Idul Fitri 1441 Hijriah di kediaman rumah masing masing.

Sesuai dengan himbauan pemerintah dan fatwa MUI terkait kegiatan ibadah shalat 'idul Fitri di rumah, ummat Islam tetap mengikuti himbauan tersebut, demi keselamatan kita semua untuk mencegah bersama sama terjadinya penularan Covid-19.

"Jika tidak mengikuti himbauan pemerintah, akan membahayakan masyarakat jika kita semua nekat berkumpul dalam jumlah yang banyak, maka dari itu situasi ini belum bisa dapat di kendal,' kata Ulyas, Kamis (21/05/2020) di Manado.

Ulyas mengatakan, upaya pemerintah dan MUI provinsi Sulut bahkan ormas Islam lainya termasuk NU mencegah penyebaran virus corona atau covid-19. Untuk itu, umat Islam khususnya di Sulut, untuk saat ini tidak melaksanakan sholat idul Fitri di lapangan maupun di masjid dan sholat idul Fitri tetap di laksanakan akan tetapi di laksanakannya di rumah dengan keluarganya .

"Kami telah mengedarkan panduan panduan sholat idul Fitri di rumah  dan pada dasarnya sholat idul Fitri ini hukumnya "Sunnah Muakkadah" artinya Sunnah yang di anjurkan hampir mendekati wajib. Maka oleh sebab itu kita sebagai umat Islam memang rasa begitu berat untuk melakukan himbauan ini, tetapi pada dasarnya kita tidak meninggalkan sholatnya tetapi kita cuman memindahkan tempat sholat nya dari masjid atau lapangan pindah ke rumah," Jelas Ulyas seraya menambahkan, ini merupakan sesuatu yang sangat darurat.

"Karena  pandemi covid-19 ini penularan penyebarannya belum terkendali sampai saat ini dan pemerintah, MUI dan ormas Islam lainya telah mengambil keputusan ini perlu dengan banyak pertimbangan, baik itu pertimbangan sosial atau pertimbangan pertimbangan fiqh dalam Islam," tutupnya.

Penulis : Mubdi Afif hidayat
Editor   : Redaksi
Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini Lainnya

Hukum & Kriminal

+
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close