-->

Iklan

Iklan

Viral Bupati Ini Sebut Menteri Goblok, Ngeyel dan Lahir Dibawah Pohon

Redaksi
27 April 2020, 19:14 WIB Last Updated 2020-05-07T18:46:43Z
Viral Bupati Ini Sebut Menteri Goblok, Ngeyel dan Lahir Dibawah Pohon
Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar. (Foto: Istimewa) 

SULUT, Infosatu.co.id - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), Sehan Salim Landjar marah besar terkait banyaknya keluhan dari warga soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hingga saat ini belum ada pencairan dari Kementerian.

Dikarenakan mekanisme BLT kepada warga yang terdampak Corona COVID-19 justru dipersulit. Demikian dikatakan oleh Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar, Sabtu (25/04/2020), usai membagikan sembako kepada warganya.

Sebuah video yang diduga Bupati Boltim langsung viral. Dalam video berdurasi 3 menit itu, Sehan Salim bahkan merasa marah lantaran mekanisme pencairan BLT yang terlalu menyulitkan warga. Bahkan, kata dia ada warganya yang meminta beras 1 liter untuk dikonsumsi karena BLT belum cair dan berbelitnya prosedur.

"Mau dapat BLT, BLTnya kapan? Mesti buka rekening inilah, kriteria inilah, kriteria macam-macam, BLT itu dana desa, prosesnya kan panjang. Buka rekening, kalau 4.700 emangnya Bank Sulut ada buku rekening sebanyak itu? Goblok itu, ngeyel itu menteri," kata dia dalam video tersebut.

Lalu dalam video tersebut, Bupati Boltim pun mempertanyakan kapan BLT itu akan dicairkan, karena warganya sulit mendapat bantuan dengan adanya Covid 19 ini.

"Marah sekali kita, yang BLT ini lapar, dia yang paling miskin sekarang, uangnya mau dikucur kapan. Masyarakat sampai datang minta 1 liter beras dia dapat BLT, BLTnya kapan dibilang. Sampai ada yang bilang kasih aja beras lima kilo enggak usah BLT kita mau makan," lanjut dia. 

Dalam video itu, Bupati Boltim meminta pemerintah pusat untuk memberikan diskresi kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi kepada pemerintah daerah untuk mengucurkan BLT. Nantinya kata dia, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pengalokasiannya ini akan dikawal oleh kejaksaan, OJK, KPK dan Kepolisian.

"Makanya menteri-menteri. Emangnya menteri itu lebih hebat daripada bupati? Saya selalu bilang jangan men-generalisir seakan-akan kepala daerah itu garong jangan men-generalisir kasih aja diskresi dikawal KPK, polisi, OJK, jaksa, LSM, wartawan terlalu banyak aturan kertas-kertas menteri-menteri ini, bosan dengan menteri-menteri," kata dia lagi.

Dalam video itu dia juga, disebutnya dirinya belum bisa mendistribusikan 900 ton beras yang ada kepada warganya lantaran prosedur tersebut yang menyulitkan.

"Saya yang tanggung jawab karena ada aturan kementerian yang silih berganti dan mempersulit bisa saja ada rakyat saya yang tidak makan dan itu bikin malu. Bukan saya enggak sanggup, berasnya ada saya ada 900 ton ready persoalannya yang dapat BLT tidak boleh dapat sembako. Nah BLT-nya kapan sembakonya di depan saya tidak boleh kasih. Cuman karena urusan kertas," kata dia. 

Dia lebih jauh meminta para menteri untuk melakukan dialog dengan bupati terkait masalah BLT ini.

"Makanya menteri jangan cuman ngomong dialog dong sama bupati kita yang tau rakyat kita. Indonesia mau kolaps macam-macam," kata dia. 

Selain beredar di Twitter, video ini juga diunggah channel YouTube Niha Raya pada 25 April 2020.

Lalu siapa sosok Sehan Salim Landjar? Kader Partai Amanat Nasional ini merupakan bupati dua periode di Boltim, Sulawesi Utara. Periode pertama ia berdampingan dengan Medy Lensun. Sedangkan di periode kedua dengan Rusdi Gumalangit.

Sehan Landjar menikah dengan wanita asal Gorontalo, Nursiwin Dunggio. Dari pernikahan tersebut dikaruniai 4 putra dan putri. Sang Istri kini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari PAN.

Putra pertamanya, Fuad Landjar merupakan Ketua DPRD Boltim. Anak keduanya, Amelia Landjar juga tengah mempersiapkan diri maju dalam pencalonan sebagai Bupati Boltim. Anak ketiganya Firhan Landjar juga sempat terjun di dunia politik.

Pria kelahiran 17 Desember 1963 di Desa Togid ini memang dikenal punya gaya nyentrik selain dikenal sangat dekat dengan rakyatnya. Bahkan, tak sedikit yang memanggilnya dengan Eyang karena kemampuannya memberikan wejangan dan motivasi.

Gaya khasnya juga, ia selalu blusukan untuk menangkap kondisi nyata dari warganya. Biasanya ia menggunakan sepeda motor untuk blusukan. Bahkan tak segan ia memeluk dan menangis saat bertemu warganya di tengah rutinitasnya blusukan.



Pria yang lahir dari keluarga petani dan sempat merasakan putus sekolah ini tercatat punya kekayaan sebesar Rp.958.300.080 (LHKPN 23 Juli 2015).

Penulis: Redaksi
Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini Lainnya

Hukum & Kriminal

+
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close