×

Iklan

banner 1024x443

Iklan

banner 1024x443

BP2MI Sulut Selenggarakan Wawancara Program G to G Jerman

Aug 5, 2022 | 14:38 WIB Last Updated 2022-08-05T18:40:52Z
Peserta pelamar program G to G Jerman di kantor BP2MI Sulut saat dilakukan verifikasi dokumen oleh pegawai BP2MI Sulut. © 2022 Infosatu.co.id

MANADO, Infosatu.co.id - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sulawesi Utara (Sulut) menyelenggarakan wawancara dalam rangka seleksi kandidat program kerja G to G Jerman tahun 2022, Rabu dan Kamis tanggal 3 - 4 Agustus 2022 kemarin. Demikian dikatakan Hendra Makalalag selaku kepala BP2MI Sulut, Jumat (05/08/2022).

Menurut Hendra, proses wawancara ini dilaksanakan selama 2 hari dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang.

“Tanggal 3 - 4 Agustus, BP2MI Sulut melaksanakan proses wawancara program G to G Jerman bagi 18 kandidat yang sudah lulus verifikasi dokumen di kami. Wawancara dilakukan secara online untuk mencari kandidat terbaik yang nantinya akan ditempatkan untuk bekerja sebagai perawat di Jerman,” jelas Hendra.

Foto bersama pegawai BP2MI Sulut. © 2022 Infosatu.co.id

Hendra menambahkan bahwa wawancara dilakukan langsung oleh pihak Bundesagentur fuer Arbeit (BA) Jerman.

“Wawancara hari ini dilakukan secara online dengan pihak dari badan ketenagakerjaan Jerman atau Bundesagentur fuer Arbeit (BA). Jadi mereka yang turun tangan langsung mewawancarai semua kandidat untuk benar-benar menseleksi siapa-siapa yang nantinya akan lolos dan bekerja disana,” jelas Hendra.

Program G to G Jerman ini, lanjut Hendra, adalah yang kedua kalinya diselenggarakan oleh BP2MI.

“Ini adalah tahun kedua BP2MI mengadakan program G to G Jerman dan setiap tahun, peminatnya selalu membludak. Tahun lalu dari Sulut hanya 4 orang yang melamar tapi tahun ini ada 18 orang," kata Hendra.

Dia menambahkan, semua yang melamar lolos verifikasi dokumen, jadi dua hari ini mereka semua hadir untuk wawancara dengan pihak Jerman.

"Saya sangat berharap semua diterima di program ini karena peluang kerja ke Jerman langka dan fasilitas yang ditawarkan juga sangat menggiurkan. Tahun depan rencananya program ini akan dibuka kembali, untuk itu saya berharap kandidat dari Sulut bisa bertambah dan bisa diterima untuk bekerja di Jerman,” tutup Hendra.

Penulis: Redaksi
×
Berita Terbaru Update