Iklan

Iklan

Nyawa Pasien di Ujung Tanduk, Covid 19 di India Meledak! Obat dan Oksigen Menipis

Redaksi
17 Apr 2021, 16:53 WIB Last Updated 2022-09-04T09:48:34Z

Salah satu pasien yang meninggal karena terkena Virus Corona atau Covid 19 di India. ©2021 infosatu.co.id 

INDIA, Infosatu.co.id - Negara India cetak rekor lebih dari 200 ribu kasus baru virus Corona dalam sehari yang menyebabkan banyak fasilitas kesehatan mendadak kolaps dan kehabisan stok obat-obatan dan oksigen.


Media Sosial dibanjiri Permintaan Bantuan warga India yang Bernada Putus Asa


Dalam beberapa hari terakhir, media sosial India dibanjiri permintaan bantuan yang bernada putus asa untuk mendapatkan obat remdesivir dan tocilizumab yang telah disetujui pemerintah India untuk pasien COVID-19.


India melarang ekspor obat antiviral remdesivir


Obat antiviral remdesivir telah diresepkan oleh dokter di seluruh negeri, dan permintaannya tinggi. India melarang ekspor obat tersebut dan membuat produsen berjuang untuk memenuhi permintaan.


Hetero Pharma, salah satu dari tujuh perusahaan yang memproduksi remdesivir di India, mengatakan perusahaan tersebut berusaha untuk meningkatkan produksi.


This is a call for help. Urgently need #Remdesivir for my mother who's covid +ive and a chronic patient with Kartagener's syndrome (a rare, severe lung disease). I am in Jamshedpur with her. She has high fever & her O2 is dropping despite continuous O2 support. Kindly amplify.— Sana Shakil (@sanashakil_TNIE) April 14, 2021


Banyak Orang Mencari Obat di Pasar Gelap


Laporan dari BBC menemukan bahwa kekurangan pasokan membuat banyak orang mencari obat tersebut di pasar gelap. Salah satu narasumber yang dihubungi BBC menjual 100mg remdesivir seharga 24.000 rupee atau sekitar Rp 4,6 juta, lima kali lipat dari harga resmi. Harga itu tentunya sangat mahal untuk kalangan menengah.


"Saya harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan obat tersebut," kata Atul Garg, yang ibunya dirawat di rumah sakit swasta di Delhi.


Tocilizumab, obat yang biasanya digunakan untuk mengobati radang sendi, telah terbukti menyelamatkan nyawa dalam beberapa uji klinis. Tetapi hampir menghilang dari banyak apotek di India.


Telepon Berdering setiap hari, Banyak Meminta Bantuan untuk Bantuan Obat


Rajiv Singhal, sekretaris jenderal Asosiasi Ahli Kimia dan Obat Seluruh India, mengatakan teleponnya berdering sepanjang hari karena orang-orang memintanya untuk membantu menemukan obat tersebut.


"Situasinya sangat buruk sehingga saya bahkan tidak bisa mendapatkan obat untuk anggota keluarga saya sendiri," katanya.


"Kami mencoba untuk mengambil tindakan terhadap mereka yang melakukan pemasaran gelap, tetapi saya akui ada kebocoran dalam sistem," paparnya.


Pasokan Oksigen Langka di India


Tak hanya obat-obatan, pasokan oksigen juga sangat langka di India. Beberapa rumah sakit bahkan menolak pasien karena kekurangan oksigen.


My otherwise healthy cousin in Ranchi passed away of covid symptoms last night. In his final hours neither could he get a Covid test (for days), nor could he get a hospital bed. Hospital won't release the body without testing now. He's not a stat. This is real.— अंशुल (@Ghair_Kanooni) April 15, 2021


Situasi di India jauh lebih Buruk


Situasinya jauh lebih buruk di kota-kota kecil. Ketika pasien tidak mendapatkan tempat tidur rumah sakit, dokter menyarankan mereka untuk memasang tabung oksigen di rumah mereka sendiri.


Dilaporkan banyak pasien yang terpaksa meninggal karena tidak mendapat perawatan di rumah sakit dan ini harus diseriusi oleh Pemerintah India.


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Nyawa Pasien di Ujung Tanduk, Covid 19 di India Meledak! Obat dan Oksigen Menipis

Terkini Lainnya

Iklan