-->

Iklan

Iklan

Harga Cengkih dan Kopra Sulut Anjlok 2020 Ganti Gubernur

infosatu co id
09 June 2019, 10:28 WIB Last Updated 2020-03-06T00:36:30Z
Petani Cengkih Sulut (ilustrasi)

Minsel, Infosatu.co.id - Para petani Cengkih dan Kopra di Sulawesi Utara (Sulut) heboh dengan slogan "2020 Ganti Gubernur",ini pun diakibatkan tidak adanya keberpihakan Pemerintah Provinsi Sulut menjaga stabilnya harga jual hasil pertanian di provinsi yang kaya akan Kelapa dan Cengkih ini.

Para petani Cengkih dan Kopra di Sulut menjerit,pasalnya harga pasaran anjlok sampai batas yang tidak wajar.Harga Cengkih awal tahun dibandrol Rp.98.000 kini turun menjadi Rp.74.000 begitupun Kopra dari Rp.6000 menjadi Rp.4000/ Kg

Petani meminta keberpihakan Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey untuk "pasang badan" demi kesejahteraan petani.


"Kesejahteraan untuk petani cengkih dirampok sepihak oleh para pengusaha nakal yang memonopoli harga sampai tingkat bawah.Pemerintah diharapkan pasang badan demi kesejahteraan warganya."tegas Opa Hun Onibala (92) Warga Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat.

Warga pun meminta pemerintah harus jujur dan pro kepada petani.Pada pemilu 2019 warga Sulut lebih khusus petani secara terbuka mendukung Jokowi untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia.

"Kami mendukung penuh perintah OD untuk bersama memilih Jokowi sebagai Presiden dua periode.Kini kami pun menagih janji,dimana keberpihakan pemerintah ?....apakah kepada kami petani ataukah kepada pengusaha nakal yang jelas leluasa permainkan harga semua jenis hasil pertanian,"ucap Onibala.

Terpisah Noldi Pratasis Ketua LSM PAMI-Perjuangan berharap kepada pemangku kekuasaan rakyat di Sulut untuk tak lupa akan kesejahteraan petani.Apalagi penguasa tersebut adalah perwakilan dari partai wong cilik.

"Pemerintah provinsi harus berpihak pada petani cengkih,jangan sampai gagal pertahankan harga cengkih karena ini adalah kesempatan utk petani cengkih di Sulut.Seharusnya musim panen cengkih Pemprov harus mampu menjaga kestabilan harga jangan sampai turun dratis , karena akan menjadi kesempatan buat petani di saat harga harga stabil sehingga ekonomi petani bisa meningkat,"kata Pratasis.

Redaksi

Baca Juga
Komentar

Tampilkan

Terkini Lainnya

Hukum & Kriminal

+
CLOSE ADS
CLOSE ADS
close