×

Iklan

Iklan

Terungkap, Nani Pengirim Sate Beracun Sudah Menikah Siri dengan Aiptu Tomy, Sasaran untuk Suami

05 May 2021 | 03:07 WIB Last Updated 2021-05-05T17:33:41Z

Nani Apriliani Nurjaman (25) baju biru pelaku pengirim sate beracun yang mengakibatkan anak ojek online meninggal. ©2021 Infosatu.co.id 

DIY, Infosatu.co.id - Polisi sudah menetapkan Nani Apriliani Nurjaman (25) sebagai tersangka kasus meninggalnya Naba Faiz Prasetyan (10) anak dari Bandiman pengemudi ojek online warga Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (25/04/2021). Muncul fakta baru dalam kasus sate beracun.


Dikutip infosatu.co.id dari kompas.com yang melakukan penelusuran ke rumah Nani di Padukuhan Cepokojajar RT03, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul.


Sebelumnya dalam rilis polisi, ditulis Potorono, Kapanewon Banguntapan. Rumah hijau yang selama ini ditinggali Nani terlihat kosong dan ada satu tetangga yang membersihkan rumah.


RT 3 Cempokojajar Agus Riyanto (40) mengatakan, Nani tinggal di rumahnya sekitar 1 tahun terakhir. Seperti pendatang baru pada umumnya Nani melaporkan kepada RT setempat. Saat itu Nani dan Tomy mengaku sudah menikah secara agama atau siri.


"Dulu itu waktu silaturahmi ke tempat saya. Pak Tomy sama Mbak Nani sini laporan. Terus Mbak Nani nelepon orangtuanya. Terus orangtuanya telepon ke saya nitip anak saya mau tinggal di situ. Oh iya Bu, Insya Allah siap. Ibunya bilang udah nikah secara agama," kata Agus ditemui di rumahnya Selasa (04/05/2021).


Saat itu, keduanya menunjukkan KTP dan foto copy masing-masing, saat itulah Agus mengetahui jika Tomy anggota polisi. Bahkan, keduanya mengundang tetangga untuk mengaji saat akan menempati rumah tersebut. 

"Awalnya enggak tahu (Tomy polisi) hanya dari fotokopi KTP," kata Agus.


Salah satu tetangga Nani, Eni Wulandari (50) mengatakan, jika rumah itu dibeli Nani yang warga sekitar mengenalnya dengan nama Nana sejak beberapa tahun terakhir.


Namun, baru dihuni oleh Nani sejak 7 bulan lalu. Tetangga mengetahui jika Nana dan Tomy adalah suami istri. Namun memang diakuinya Tomy jarang berkunjung ke rumah tersebut.


"Tahu saya ya suaminya. Nggak mesti ke sini (Tomy). Terakhir itu ke sini kapan udah tiga mingguan. Jarang ke sini. Di sini itu waktu ke sini ngundang orang kampung ngaji," kata Eni.


Eni membantah jika Nani kurang bersosialisasi dengan tetangga, memang selama 7 bulan tinggal. Nani berangkat pagi, pulang malam hari. "Orangnya baik, kalau arisan sering titip. Banyak komunikasi lewat telepon atau WA," tutup Eni.


Sate Beracun Dikirim Nani untuk Suami Aiptu Tomy


Sementara rumah yang ditinggali Aiptu Tomi dan Nani Apriliani adalah milik pribadi. Namun, saat ini dalam proses balik nama.

"Rumahnya beli itu, saat ini proses balik nama," tambah Agus.

Tragedi sate beracun Nani Apriliani ini di awali dari rasa sakit hati Nani ke Aiptu Tomi. Kepolisian Resort Bantul, menangkap, Nani Apriliani, 25, perempuan pelaku pengiriman satai beracun yang membuat Naba Faiz Prasetya, (10) meninggal dunia.

Awalnya, Nani Apriliani hendak mengirimkan sate beracun kepada Aiptu Tomi melalui pengemudi ojol.

Tetapi, pihak dari Aiptu Tomi enggan menerima paket tersebut. Akhirnya sate beracun tersebut dimakan oleh keluarga pengemudi ojol yang bernama Bandiman.

Nahasnya, anak dari Bandiman meninggal dunia sesaat setelah mengonsumsi sate beracun tersebut.

Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya mengatakan, butuh empat hari untuk mengungkap dan menangkap perempuan asal Majalengka, Jawa Barat tersebut.

Sehari-hari pelaku adalah pegawai swasta. Adapun lokasi penangkapan pelaku di rumahnya, di sekitar Potorono, Sewon, pada Jumat (30/4/2021).

"Untuk motifnya, sakit hati karena target [Tomi] menikah dengan perempuan yang lain," tutupnya di Mapolres Bantul.

×
Berita Terbaru Update
close